Investasi dan Bisnis

Faktor – Faktor Kegagalan Dalam Berinvestasi

Faktor – Faktor Kegagalan Dalam Berinvestasi

Faktor – Faktor Kegagalan Dalam Berinvestasi. Berinvestasi adalah kegiatan yang sudah banyak dilakukan oleh orang orang yang sudah menapaki masa awal kesuksesan. Dalam tahapan ini, segala materi berupa uang atau asset yang ada diputar dan digerakan dengan tujuan sebagai jaminan masa depan atau menghasilkan peruntungan atau materi yang lebih banyak lagi. Itulah tujuan yang pastinya dimiliki dalam benak setiap investor yang sudah memulai investasinya. Tetapi seringkali impian atau tujuan dari investasi ini berbeda dengan yang terjadi. Impian yang sangat indah berupa kesuksesan investasi justru malah kerugian investasi yang terjadi. Ini sering kali terjadi bagi mereka mereka yang salah dan terpengaruh faktor kegagalan investasi. Ada banyak orang yang sudah megnalaminya dan kami menggolongkan faktornya karena enam faktor dibawah ini. lalu, apa saja faktor – faktor kegagalan dalam berinvestasi yang dimaksudkan disini ? langsung saja kita simak uloasan berikut ini.

Sponsore buat web murah

Ketidakmengertian

Ketika kita melakukan investasi, tentu kita harus mengerti dan memahami atau memiliki pengetahuan pada bidang investasi yang dijalankan. Tetapi ada banyak orang diluar sana yang melakukan investasi hanya kerena obsesi yang besar atau ketertarikannya kepada hasil atau keuntungan yang bisa didapatkan. Dia melakukan suatu tindakan ceroboh, sebab melakukan investasi tanpa mengetahui kiat kiat sukses berinvestasi atau segala sesuatu mengenai investasi yang dia jalankan itu. Orang seperti ini umumnya terlalu percaya dan melepaskan semua hal yang seharusnya dipikirkan kepada pihak luar yang bisa dan bersedian menjadi penasihat atau konsultan investasinya. Dan sudah pasti ketika ada permasalahan yang seharusnya memang terjadi, dia akan merasakan kesulitan dan kebingungan yang berimbas langsung pada kerugian investasi.

Kesalahan memilih Bidang Investasi

Faktor yang kedua adalah karena kesalahan memilih bidang investasi yagn dijalankannya. Tentunya setiap orang memiliki bidang investasi dan ketertarikan yang berbeda beda, sebagaimana yang sudah dijelaskan dalam postingan yang sebelumnya. Nah, ketika ada orang yang salah dalam memilih bidang investasi ini entah karena terlalu mendengarkan omongan orang lain atau karena sebab lainnya, maka dia akan menglami kesulitan yang begitu berat dalam pelaksanaan kegiatan investasi yang dilakukannya. Sebab itu memang bukan bidangnya dan dia tidak tertarik atau memiliki standar acuan dalam investai itu. Jadi untuk berinvestasi, kita harus benar benar mengenali mana bdiang investai yang paling baik yang bisa kita lakukan atau jalankan, bukan terpengaruh dari omongan atau saran orang. Sebab pengetahuan dan ketertarikan dan bdiang investai setiap orang berbeda beda, walaupan ada yang sama tetapi secara keseluruhan semua berbeda. Sebab mengacu pada pola pikir juga.

Pengaruh Negatif dari Luar

Ada pengaruh pengaruh negatif yang berasal dari luar yang seringkali membuat banyak investor yang gagal. Faktor ini terbagi menjadi dua yaitu faktor yang tidak bisa dihindari dan faktor yang seharusnya bisa dihindari. Apa faktor yang tidak bisa dihindari dan merupakan faktor kegagalan berinvestasi yang berasal dari luar ? jawabannya adalah kebangkrutan dari suatu perusahaan yang sudah pasti mendatangkan kerugian. Atau bencana alam di suatu daerah yang menurunkan harga tanah dan lain sebagainnya. Lalu, apa contoh dari pengaruh dari luar yang seharusnya bisa dihindari ? ya itu, seperti yang dibicarakan diatas tadi. Contohnya adalah omongan atau hasutan roang. Sebab diluar sana ada pihak pihak tertentu yang akan mencari keuntungan dari kesalahan kita yang satu ini. jika kita terlalu mendengarkan pihak luar dalam berinvestasi, kita bisa jatuh ke lubang kerugian dan ini disebabkan karena iming iming keuntungan dan lain sebagainnya. Saya pribadi memiliki seorang rekan yang gagal berivestasi karena sebab ini. dia terlalu percaya dengan orang yang mengaku mengerti investasi dan bersedia menjadi rekanan konsultasi investasi untuk dia.

Kurang Persiapan

Persiapan yang dimaksudkan disini adalah persiapan yang mengacu pada kesiapan diri sebelum melakukan investasi. Kesiapan ini berupa pengetahuan dalam bidang investasi yang akan dipilih, mana bidang investasi yang terbaik dan persiapan akan keuangan dan lain sebagainnya. Ada banyak orang yang jatuh dalam jurang kerugian investasi kerena kurangnya atau minimnya persiapan dia sebelum melakukan investasi. Tentunya ini akan membawa dampak negatif sebab dimulai dari sisi negatif juga.

Pesimistis

Pesimistis adalah suatu sifat atau sesuatu yang berhubungan dengan pikiran atau pemikiran yang mengacu pada ketidak mampuan. Contohnya saya pesimis sukses melakukan investasi karena negara memiliki hutang yang terus meningkat, saya tidak percaya bahwa diri saya mampu berinvestasi secara benar karena ketidak mampuan saya dalam bdiang ini. dan contoh lainnya. Nah, sikap pesimistis ini akan selalu benar, benar dari sisi sebab dan akibat. Alasan yang digunakan untuk memiliki msifat pesimistis biasanya selalu benar dan hasilnya jgua benar. Hal ini menyangkut sifat negatif yang pastinya dimiliki setiap manusia karena terlalu melihat kenyataan pahit dan tidak mengenakan. Ketika kita selalu berpikiran pesimi atau negatif, amka hasilnya juga akan negatif dan ini sering kali terjadi pada mereka yang memang meragukan dirinya dan tidak merasa percaya diri. Lain halnya dengan roang yang optimis, dia akan selalu berpikir maju dan selalu memikirkan mana cara yang bsia saya jalankan untuk membuat segala sesuatunya berhasil sesuai dengan yang saya percayai.

0
0%
like
2
66%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
1
33%
sad
0
0%
angry

Comments

comments


PeluangUsahaTerkini.com adalah sebuah website portal berita resmi dari Halo Komunikasi Sejahtera yang dibuat khusus untuk memberikan informasi secara detail mengenai peluang usaha yang ada saat ini, Pembelajaran internet marketing bagi pemula, Tips & Trick seputar internet marketing.

Subscribe Now

Visit Our Facebook

Copyright © 2017 Peluang Usaha Terkini

To Top